<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128">
 <titleInfo>
  <title>Perbanyakan Vegetatif dan Penanaman Waru (Hibiscus tiliaceus) untuk Kerajinan dan Obat</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Suwandi, S.Hut.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dr. Ir. Rina Laksmi Hendrati, MP</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">BOGOR</placeTerm>
   <publisher>Penerbit IPB Press</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Benih suatu pohon merupakan hasil penyerbukan dari  pohon-pohon  lain  sejenis  yang  berada  di  sekitarnya,  sehingga  keturunan yang  akan  diperoleh  tersebut  kecil  peluangnya  untuk  memiliki  sifat  yang sama  dengan  sifat  induknya.  Jika  pohon-pohon  di  sekitar  merupakan pohon berkualitas baik, maka peluang menghasilkan keturunan yang baik bisa muncul, namun juga sebaliknya jika pohon di sekitar adalah pohon-pohon jelek, maka peluang keturunan yang bersifat jelek juga bisa muncul. Oleh sebab itu pembuatan bibit dari benih memiliki kelemahan dalam hal mengontrol penyerbukan dari pohon lain.Agar  diperoleh  keturunan  yang  mirip  dengan  pohon  induk, maka  perlu dilakukan pembibitan secara vegetatif atau dalam hal ini membuat klon dari individu tanaman dengan karakter yang diinginkan persis sama dengan induknya. Di samping itu, pembiakan vegetatif  terutama cangkok dan setek pada  dasarnya  membuat  tanaman  dari bagian vegetatif  pohon  induknya yang sudah dewasa,  maka  tanaman baru yang  dibuat  juga  mampu  berproduksi  (misalnya  buah)  dalam  jangka  waktu  yang  lebih cepat. Beberapa teknik pembibitan vegetatif yang telah dikenal luas antara lain : setek, okulasi, sambung, dan cangkok.  Selain itu pembiakan vegetatif merupakan alternatif regenerasi bagi tanaman yang sulit diperbanyak dengan biji, seperti halnya waru. Benih Waru agak sulit didapat karena buahnya banyak yang rusak akibat diserang ulat. Jika memperoleh benih, hasilnya juga tidak memuaskan, karena setelah ditabur benihnya banyak yang tidak tumbuh. Oleh karenanya penulisan buku ini ditekankan pada keberhasil tumbuh dari teknik vegetatif yang mampu menghasilkan  tanaman baru yang lebih tinggi keberhasilannya dari pada teknik generatif.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EBOOK</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>TANAMAN</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>WARU</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn">9789794937297</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>e-BOOK UPT Perpustakaan Instiper Yogyakarta</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>WARU.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>128</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-08-07 15:20:38</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-08-08 08:47:47</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>